Default Avatar

Written By

Anugrah Putri

Mengapa Overworking Bukanlah Standar Harga Diri dan Memiliki Dampak Negatif untuk Generasi Muda

2022-03-30

Daftar isi

    Di zaman yang serba cepat seperti sekarang ini, sering muncul pola pikir baru, terutama di kalangan generasi muda. Salah satunya adalah pemikiran di mana mereka belum bisa menjadi anggota masyarakat yang berharga bila tidak bekerja keras semaksimal mungkin. Bahkan untuk sebagian orang, jumlah jam kerja merupakan suatu kebanggaan tersendiri yang menjadi tiket untuk mereka bisa mendapat predikat sosial di masyarakat.

    Pada dasarnya, terdapat garis tipis yang menjadi pembeda antara semangat untuk mencapai tujuan karir dengan kebiasaanmu romantisme overworking sebagai standar penilaian diri.

    Tidak ada salahnya untuk mempelajari dengan baik pekerjaanmu dan menciptakan komitmen dalam diri sendiri untuk bisa sukses. Tapi bisa saja semangat kerja tersebut perlahan-lahan berubah menjadi suatu perilaku yang tidak sehat, sehingga menghasilkan pemikiran bahwa beban kerja yang kamu tanggung merupakan standar penilaian diri di masyarakat. Untuk itu, pahami informasi berikut agar kamu tidak terjebak dalam pola pikir seperti ini.

    Baca juga: Menerima Emosi Negatif dalam Diri Bisa Membantumu Hidup Lebih Bahagia

    Tanda-tanda Pola Pikirmu Berubah Menjadi Kurang Sehat

    Masih banyak yang berpikir semakin lama kamu bekerja, maka semakin penting statusmu dan semakin tinggi kompensasi yang akan didapat bila dibandingkan dengan orang lain. Dari pola pikir yang sebenarnya kurang sehat ini, akan membuat dirimu menjadi terpengaruh dan mau tidak mau ikut mengadopsi pemikiran yang sama. Ini tanda-tanda bahwa pola pikirmu tentang beban dan jam kerja mulai berubah menjadi kurang sehat.

    1. Menolak bantuan orang lain dengan alasan kamu ingin overworking atau bekerja melebihi kapasitasmu
    2. Merasa tidak enak saat kamu tidak memiliki banyak pekerjaan dan malah membuat atau menambahkan pekerjaan lain dengan tujuan untuk membuat dirimu merasa lebih baik
    3. Sering mengeluh bahwa kamu punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan maksud sebagai ‘ajang pamer’ seberapa penting dan berharganya dirimu dalam pekerjaan
    4. Menganggap bahwa orang lain yang bekerja lebih lama atau lebih banyak daripada kamu sebagai pesaing, meskipun pada dasarnya kalian berbagi tujuan yang sama
    5. Memandang bahwa orang lain yang jam kerjanya lebih sedikit daripada kamu kurang kompeten meskipun output yang dihasilkan bagus

    Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pola Pikir Kurang Sehat Tentang Overworking

    Source: Pexels.com/Antoni Shkraba

    Munculnya pemikiran tentang overworking sebagai standar penilaian diri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu.

    Kurangnya kesadaran bahwa diri kita memiliki privilege

    Pada dasarnya, tidak semua orang memiliki kesempatan untuk bekerja keras dengan jumlah gaji yang sudah tetap dan mencukupi. Masih banyak orang yang sudah berusaha semaksimal mungkin, tetapi pendapatan yang diraih masih belum mencukupi. Saat kamu memiliki privilege ini, cobalah untuk lebih aware atas kondisi orang lain dan tidak perlu memposting tentang banyaknya beban kerjamu sebagai ajang untuk mendapatkan validitas dari orang lain.

    Adanya perasaan insecure dalam diri

    Memang terkadang dalam diri sendiri bisa muncul pemikiran bahwa solusi untuk mengatasi kekurangan yang ada dalam diri adalah dengan selalu bekerja keras. Sebenarnya, hal ini tidaklah benar, karena seberapa lama kamu bekerja tidak akan menghilangkan perasaan insecure atau kecemasan dalam dirimu. Maka dari itu, akan lebih baik jika kamu menghadapi hal yang sudah pasti ada di hadapanmu, terapkan prinsip ‘one step at a time’.

    Tempat pelarian dari proses menemukan hal yang sebenarnya penting untuk diri sendiri

    Kebiasaan memaksakan diri sendiri agar terus bekerja keras akan membuat dirimu sulit memiliki kesempatan untuk introspeksi diri. Terkadang kita menganggap bahwa dengan bekerja selama berjam-jam merupakan ajang untuk belajar dan berkembang, tapi kamu harus paham terlebih dahulu untuk apa kamu selalu memaksakan diri agar bisa belajar dan berkembang. Tidak ada salahnya untuk sesekali berhenti sejenak agar kamu tidak sering merasakan burnout.

    Memang bila kamu sudah menemukan pekerjaan yang sangat berarti dan berharga, maka hal itu akan menyita sebagian besar waktu dalam kehidupanmu. Hal ini dikarenakan kamu akan memberikan semua fokus dalam diri untuk pekerjaan itu yang kemudian membuat batas antara dunia pribadi dan dunia profesional menjadi kabur. Bila kamu mengalami kondisi seperti ini, biasanya kamu tidak membutuhkan validasi dari orang lain yang kemudian menjadi pembeda dengan kondisi overworking yang kurang sehat yang sudah dijelaskan sebelumnya.

    Pada dasarnya, jika kamu berusaha menghilangkan pola pikir tentang overworking sebagai standar penilaian diri, kamu akan mendapat banyak manfaat. Mulai dari menemukan pekerjaan yang sesuai dengan passion-mu, sampai mengurangi beban pikiran yang seharusnya tidak dipikirkan, seperti menghitung jam yang dihabiskan di kantor atau keluhan akan banyaknya pekerjaan yang dimiliki.

    Harus diingat bahwa jam atau beban kerja bukanlah standar penilaian yang sesungguhnya, melainkan progress yang dicapai untuk memperoleh tujuan akhir yang selaras dengan passion-mu lah yang menentukan nilai diri. Mari coba perlahan-lahan untuk mengganti pola pikir yang kurang sehat ini agar perjalanan karirmu menjadi lebih penuh arti dan bermanfaat.

    Blog ini terinspirasi dari artikel Your workload is not a measure of your worth karya Riche Lim.

    Yuk Subscribe Danacita!

    Dapatkan beragam tutorial, insight dan tips menarik langsung melalui email kamu. Dengan melakukan subscribe berarti kamu telah membaca dan menyetujui seluruh kebijakan privasi Danacita.

    Subscribe Danacita!

    Also tagged with

    Default Avatar

    Written By

    Anugrah Putri