Default Avatar

Written By

Anugrah Putri

Membangun Kehidupan yang Baik dan Layak Untuk Dijalani

2022-09-22

Daftar isi

    Selama beberapa tahun ini, segala kegiatan dilakukan secara online, baik itu bekerja dan juga bersekolah. Nyatanya, mengganti segalanya secara online tidak semudah yang dibayangkan. Semua orang merasa kesulitan, baik itu para guru, profesional, serta pelajar. Dengan bertemu secara langsung dalam satu ruangan, membuat rasa ingin tahu dan kreativitas dalam diri selalu tumbuh. Lebih lanjut, pertemuan tatap muka juga menempatkan semua orang berada di posisi yang sama tanpa ada jarak yang membatasi, lain halnya dengan pertemuan online.

    Meskipun begitu, internet dan peralatan digital lainnya mengingatkan bahwa untuk mengubah kehidupan yang berdampak baik, harus menciptakan pondasi yang dibangun dengan kesabaran, kreativitas dan semangat manusia. Kehidupan seolah seperti menyusun atau menumpuk batu-batu dengan hati-hati agar terbentuk struktur yang menjadi jembatan kehidupan di dunia. Sama halnya dengan membangun kehidupan. Berikut penjelasan mengenai membangun kehidupan yang layak untuk dijalani.

    Baca juga: Menerima Emosi Negatif dalam Diri Bisa Membantumu Hidup Lebih Bahagia

    Proses menyusun batu: Membangun model keuangan yang tepat dalam kehidupan

    Hal yang sangat penting dalam membangun kehidupan yang baik yaitu dengan membangun model keuangan yang tepat. Dalam melakukan hal ini ataupun saat menyelesaikan berbagai permasalahan lain, sebenarnya bisa dilakukan dengan mencari titik-titik penting atau intinya saja. Cobalah untuk memecahkan masalah-masalah tersebut dengan mencari batu yang terbesar dan fokuslah dengan itu.

    Masalah besar memang bisa terlihat seperti tumpukan batu besar yang menyeramkan. Padahal, jika tumpukan batu itu dijatuhkan, maka hanya akan terlihat batu-batu kecil yang tidak begitu menakutkan. Kemudian masalah-masalah yang lebih kecil ini akan lebih mudah untuk diselesaikan. Begitupun dalam hal masalah keuangan.

    Proses membiarkan batu tersusun sendiri: Membangun karir

    Dalam membangun kehidupan, mayoritas orang beranggapan bahwa karir merupakan sebuah jalur atau tahapan. Tiap orang berusaha untuk mengikuti tahapan yang mereka sendiri masih buta akan hal itu dari titik A ke titik B dengan target waktu tertentu. Lalu, kata sukses muncul jika kamu berhasil mencapainya kurang dari target waktu yang dibuat.

    Sebenarnya kita tidak perlu melihat perjalanan karir layaknya sebuah tahapan. Akan lebih baik jika kamu melihatnya bagaikan kumpulan keterampilan diri. Kumpulan ini saling bertumpuk satu sama lain tanpa perlu kita bangun sedemikian rupa. Tiap tahapan yang terjadi dalam perjalanan karir akan memperkuat pondasi karir dalam kehidupan kita. Hindari untuk mengambil suatu posisi atau jabatan sebagai alat untuk mencapai gelar tertentu. Ambillah posisi tersebut karena kamu ingin mengumpulkan banyak pengalaman yang membentuk pondasi karirmu dan berdampak untuk perjalananmu dalam membangun kehidupan.

    Kamu juga bisa berusaha untuk mengembangkan kemampuan spesial yang dimiliki meskipun terlihat sepele. Tapi kemampuan ini juga penting dalam membangun kehidupan yang kayak karena akan menjadi hal yang bisa diandalkan dan membantumu di saat kamu meragukan diri sendiri.

    Proses mendorong batu ke atas bukit: Membangun kehidupan yang layak dijalani

    Untuk memiliki karir yang sukses memang perlu menantang diri sendiri untuk bisa keluar dari zona nyaman. Memang bagus untuk memiliki karir yang sukses, tapi yang lebih penting adalah untuk membangun kehidupan yang layak dijalani. Kamu bisa bertanya pada diri sendiri “masalah apa yang sebenarnya menarik perhatianmu? Apa passion atau tujuan hidupmu?”. Dengan pertanyaan ini, setidaknya bisa menjadi alasan kamu untuk membangun kehidupan yang layak dijalani. Tanpa adanya tujuan hidup, bisa saja manusia akan merasa tersesat dalam hidupnya bahkan merasa tidak bahagia sehingga sulit untuk membangun kehidupan yang layak dijalani.

    Terdapat pelajaran penting dalam kisah Sisifus di Mitologi Yunani. Selama ini ia dianggap sengsara karena dihukum untuk mendorong batu besar ke atas bukit dan setelah sampai di puncak, batu tersebut akan menggelinding lagi ke bawah dan ini terjadi berulang serta terus menerus. Apakah memang hukuman ini membuatnya merasa sengsara? Bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika Sisifus malah merasa bahagia seperti yang dikatakan filsuf Prancis Albert Camus.

    Anggap saja kehidupan kita seperti Sisifus yang menjalani siklus kehidupan seperti itu-itu saja yang terlihat absurd. Kita dapat mencoba untuk menerima sifat absurditas dari kehidupan ini dan memiliki kebebasan untuk memilih mendorong batu yang kita lihat sebagai tantangan hidup. Lalu, sebenarnya seperti apa kehidupan yang layak dijalani itu? Jawabannya adalah ketika kamu memiliki masalah atau tantangan dalam hidup yang layak untuk diperjuangkan. Anggap masalah ini seperti batu yang sedang didorong Sisifus maka sama saja kamu memiliki batu yang layak untuk didorong ke atas bukit.

    Hal-hal seperti jabatan, gaji juga ijazah sekolah memang bisa menjadi suatu kebanggaan diri dan bagus untuk dimiliki. Tapi hindari untuk tidak menjadikan hal-hal tersebut menjadi standar kesuksesan dalam membangun kehidupanmu. Akan lebih baik jika kamu menemukan suatu nilai dalam kehidupan yang membangkitkan keberadaan eksistensimu di dunia. Dari nilai ini, cobalah untuk terus mendorongnya seperti batu Sisifus meskipun sulit untuk mencapai puncak dan bisa saja batu itu terguling ke bawah lagi. Coba untuk taklukan batu ini sampai berhasil di atas puncak.

    Dari batu yang merupakan nilai penting dalam hidupmu ini, akan menjadi alasan agar kamu terus mendorongnya ke depan, layaknya usaha never-ending dalam membangun kehidupan yang layak dijalani. Tidak masalah jika dalam perjalanan kamu menemukan banyak kesulitan atau gangguan. Asalkan kamu tetap berusaha untuk menempatkan batu ini di tujuan akhir dalam kehidupanmu.

    Blog ini terinspirasi dari artikel Boulders up the hill: Building a life worth living karya Riche Lim.

    Yuk Subscribe Danacita!

    Dapatkan beragam tutorial, insight dan tips menarik langsung melalui email kamu. Dengan melakukan subscribe berarti kamu telah membaca dan menyetujui seluruh kebijakan privasi Danacita.

    Subscribe Danacita!

    Also tagged with

    membangun kehidupan proses membangun kehidupan
    Default Avatar

    Written By

    Anugrah Putri