Default Avatar

Written By

Anugrah Putri

Guide dalam Menemukan Karir yang Tepat dan Menjadi Pembentuk Kisah Hidup

2022-09-22

Daftar isi

    Salah satu proses yang harus dijalani dalam kehidupan yaitu dalam membangun perjalanan karirmu. Tiap orang sudah pasti memiliki cerita perjalanan karirnya masing-masing. Berbagai cerita yang sudah berhasil dijalani kemudian akan membentuk kisah hidup seorang individu. Untuk karir, memang tidak ada suatu standar penilaiannya karena karir pada dasarnya adalah tentang eksplorasi atau eksperimen. Berikut ini penjelasan mengenai guide dalam menemukan perjalanan karir yang tepat.

    Proses untuk mencapai tujuan karir tidak selalu sesuai rencana

    Masih banyak pelajar yang mengira kalau perjalanan karir adalah sesuatu yang linier, di mana kesuksesan dalam karir sudah pasti akan terjadi. Dimulai dari titik A sebagai start lalu harus bisa mencapai titik B dalam 10 tahun. Hal yang harus diingat dalam kehidupan adalah cerita yang berkesan terjadi karena hal yang tidak terduga karena bila mudah diprediksi maka tidak akan terdengar mengesankan.

    Membuat strategi dalam perjalanan karir yang sudah direncanakan dengan baik hanya akan cocok di awal. Selanjutnya, akan bergantung pada bagaimana kamu merespon sesuatu atau beradaptasi dengan apa yang ada dalam kehidupan. Dalam membangun karir, tidak semua orang berproses sesuai rencana yang dibuat di awal. Pada kenyataannya, tiap individu hanya bisa mencari jalan yang tepat ketika mereka sambil terus berprogress. Biarkan diri kamu berubah dan berkembang agar karakter diri jadi terbentuk dan tidak statis.

    Baca juga: Mengapa Overworking Bukanlah Standar Harga Diri dan Memiliki Dampak Negatif Untuk Generasi Muda

    Berani mengambil risiko dan bereksperimen untuk menemukan karir yang cocok dan tujuan hidup

    Tiap manusia dalam hidupnya pasti pernah bereksperimen dalam mengambil keputusan, termasuk di dalamnya perjalanan karir. Beberapa diantaranya bisa berujung pada kegagalan dan hal ini wajar untuk dialami. Saat mengalami kegagalan, biasanya kamu akan coba berpikir ulang akan keputusan yang sudah diambil. Sayangnya, masih jarang individu yang bereksperimen di kalangan masyarakat karena tiap individu hanya ingin menunjukkan pada orang lain bahwa ia berhasil melakukannya dengan benar di kali pertama ia memulai. Kemudian dilanjutkan pada sistem linier yang dibentuk sebaik mungkin.

    Pada umumnya, masih banyak orang yang belum tahu apa yang sebenarnya ingin mereka lakukan saat pertama kali masuk ke dunia profesional dalam perjalanan karirnya. Tidak semua orang memiliki ekspektasi tentang seberapa banyak hal yang harus dicapai di saat itu atau ke depannya nanti. Maka dari itu, butuh proses dan penyesuaian pola pikir supaya bisa mencari tahu jawaban seiring berjalannya waktu. Hal inilah yang perlu diubah dalam mindset perjalanan karirmu.

    Apa sebenarnya progress dalam berkarir itu?

    Source: Pixabay.com/Geralt

    Sebenarnya, hal ini artinya lebih ke arah memahami diri sendiri, tentang pemikiran yang lebih terbuka dan penerimaan pada hal-hal yang tidak terduga dalam kehidupan. Dengan bereksperimen akan membantu proses perjalanan menemukan karir yang tepat untuk diri sendiri. Tujuan karir tidak bisa ditemukan hanya dalam waktu sekejap, tapi secara perlahan karena butuh proses. Di dalam proses ini kamu akan menemukan berbagai kesalahan, tapi bisa saja dari kesalahan ini malah berujung pada momen magic yang bisa mengubah hidupmu. Harus diingat bahwa tidak ada hal yang pasti dalam perjalanan karirmu.

    Alih-alih membuat plan hidup dengan baik, cobalah bereksperimen

    Menjalankan eksperimen dengan baik tidak menjamin kamu sudah mengambil keputusan yang tepat, tapi akan membantumu dalam mendapat hasil yang maksimal dari tiap pengalaman dalam hidup. Berikut ini penjelasan mengenai guide dalam melakukan eksperimen dengan baik.

    1. Memiliki hipotesis yang jelas

    Yang perlu dilakukan sejak awal adalah dengan menanamkan pertanyaan “apa yang sebenarnya kamu coba mengerti dan cari tahu?” dalam pikiran. Sayangnya mayoritas pelajar masih belum melakukan ini. Mereka menganggap bahwa magang merupakan pengantar dari pekerjaan full time. Memang tawaran ini bagus untuk menjadi tujuan, tapi hanya sebagai tujuan sekunder. Tujuan utamanya yaitu menguji apakah suatu peran cocok untukmu sebelum akhirnya memutuskan berkomitmen dalam posisi full time. Berikut beberapa area yang bisa diuji.

    • Gaya hidup: Apakah kamu cocok dengan work life balance di posisi yang sudah diambil?
    • Budaya kerja: Apakah kamu suka dengan tipe rekan kerja yang ada di tempat kerjamu dan bekerja sama dengan mereka?
    • Perkembangan diri: Apakah kamu melihat dirimu bisa berkembang ke arah yang diharapkan jika kamu bertahan selama 3 sampai 5 tahun ke depan?
    • Skill yang dibutuhkan: Apakah kamu memiliki skill yang dibutuhkan untuk bisa berkembang? Jika tidak, apa kamu mau mempelajari skill tersebut?
    • Passion atau tujuan: Apakah kamu terpikirkan tujuan saat melakukan pekerjaan itu? Apakah kamu merasa puas dan bahagia?
    • Sisi pekerjaan: Apakah pekerjaan itu bersifat strategis, analitik atau bahkan kreatif?

    Dari hal ini, kamu perlu mencari tahu hal apa yang penting untukmu. Faktor-faktor di atas bagus untuk mengetes apakah suatu pekerjaan cocok untukmu. Dalam perjalanan karir, tidak ada narasi yang sempurna dan lebih cenderung bersifat random. Tapi saat kamu membuat keputusan atau pilihan, akan muncul pola yang masuk akal bila kamu pikirkan lagi setelahnya. Berikut adalah pola yang bisa muncul saat kamu berprogress.

    • Jabatan atau keahlian: Skill apa yang sebenarnya ingin kamu kuasai?
    • Bidang: Bidang apa yang ingin kamu geluti?
    • Lokasi: Di lokasi atau wilayah mana kamu ingin tinggal?

    Dari pola tersebut, kamu tidak harus memilih semuanya. Bisa saja kamu lebih ingin menjadi generalist yang fokus pada bidang tertentu atau spesialis di berbagai lintas bidang. Kamu akan mengetahuinya seiring berjalannya waktu. Saat mengumpulkan banyak pengalaman, akan terbentuk teori tentang dirimu, kamu akan menemukan hal apa yang menjadi jangkar kehidupan dan bisa membantu perjalanan karirmu.

    2. Pahami tiap kondisi yang menuntut keputusan dari berbagai eksperimen

    Tiap eksperimen memiliki kondisi yang menuntut keputusan berbeda-beda. Kamu harus mengelola kemampuan yang dimiliki dan investasikan waktu untuk bereksperimen di karir yang memang kamu sangat minati. Ada 3 kategori dalam eksperimen, yaitu:

    • Eksperimen beresolusi rendah. Ini mudah dilakukan, tapi tidak menghasilkan karir yang sangat bagus. Eksperimen ini bagus dilakukan di awal saat memilah berbagai pilihan yang ada. Contohnya yaitu: mengikuti forum dan berpartisipasi dalam acara organisasi yang kamu ikuti.
    • Eksperimen beresolusi menengah. Membutuhkan usaha yang lebih tapi tidak perlu punya pengalaman. Eksperimen ini berguna ketika kamu tertarik pada suatu pekerjaan tapi perlu memahami beberapa hal seperti skill, budaya kantor dan yang lainnya. Contohnya yaitu: ikut kursus atau workshop dan melakukan wawancara kerja.
    • Eksperimen beresolusi tinggi. Memberi pengalaman yang dalam tapi butuh komitmen yang lebih. Ini paling baik dilakukan untuk posisi yang memang kamu minati dan kuasai. Bisa digunakan sebagai validasi karirmu. Contohnya yaitu: Magang, freelance dan mengikuti project.

    Lalu, berapa banyak kategori yang perlu dilakukan dalam perjalanan karirmu? Pada dasarnya, kamu hanya memiliki waktu yang terbatas, sehingga tidak bisa terus menerus melakukan eksperimen beresolusi tinggi karena akan membebanimu sehingga bisa lelah. Tapi di sisi lain, kamu juga tidak bisa terus-terusan memilih eksperimen beresolusi rendah karena kamu akan kekurangan pemahaman yang dibutuhkan untuk refleksi dan perkembangan diri.

    3. Belajar dari hasil yang ditemukan meskipun mengecewakan

    Dalam perjalanan berkarir, terkadang muncul pemikiran bahwa jika kamu salah mengambil keputusan, maka kamu akan tertinggal. Lalu kamu harus mengejar ketertinggalanmu agar bisa menyusul orang lain. Tapi sebenarnya ada 3 hal yang salah dari pola pikir itu.

    • Apa sebenarnya definisi sukses? Untuk apa kamu berlomba?

    Jika tujuan akhirmu memiliki kehidupan yang bermakna, maka faktor yang harus diprioritaskan akan berbeda.

    • Sadari bahwa skala prioritas tidak bersifat statis

    Skala prioritas akan berganti seiring berjalannya waktu dan menyesuaikan kebutuhan yang diperlukan tiap individu.

    • Hindari untuk berpikir terlalu jauh ke depan

    Alih-alih membuat keputusan yang baik untuk masa depan yang masih belum pasti, fokuslah untuk membuat keputusan tentang hal yang sedang dihadapi. Cobalah untuk selalu memiliki pemikiran terbuka.

    Harus disadari bahwa tiap cerita selalu dimulai dengan bab pertama. Tidak ada persiapan atau perencanaan karir yang menjamin bahwa perjalananmu akan selalu lancar. Hal penting adalah bagaimana kamu merespon berbagai hal yang ada. Maka dari itu beranilah untuk mengambil langkah pertama dan nikmati proses saat kamu merasa ‘tersesat’ lalu coba cari jalan kembali. Mencoba berkelana dan menemukan banyak hal adalah bagian dari petualangan besar dalam kehidupan.

    Blog ini terinspirasi oleh artikel A guide to career discovery: Forming theories of your life story karya Riche Lim.

    Yuk Subscribe Danacita!

    Dapatkan beragam tutorial, insight dan tips menarik langsung melalui email kamu. Dengan melakukan subscribe berarti kamu telah membaca dan menyetujui seluruh kebijakan privasi Danacita.

    Subscribe Danacita!

    Also tagged with

    career discovery perjalanan karir
    Default Avatar

    Written By

    Anugrah Putri