Default Avatar

Written By

Anugrah Putri

5 Perilaku Toxic dalam Dirimu yang Tidak Disadari dan Berdampak Negatif

2022-03-02

Daftar isi

    Pada umumnya, masih banyak orang yang melihat dan menilai bahwa sesuatu yang toxic itu hanya berasal dari luar diri kita. Mulai dari lingkungan tempat kita berada, hubungan dengan orang lain, sampai orang terdekat dinilai toxic. Dalam kenyataannya, ternyata perilaku toxic juga bisa disebabkan oleh diri kamu sendiri. Hal ini biasanya disebabkan karena standar yang kita buat untuk diri sendiri selalu lebih tinggi dan kompleks daripada standar yang kita buat untuk orang lain.

    Dari standar itu, ternyata bisa membuat kamu secara tidak sadar berbuat toxic ke diri sendiri dan bahkan bisa menjadi suatu habit atau kebiasaan negatif loh. Kamu harus menyadarinya, karena jika tidak, perilaku toxic tersebut bisa berpengaruh pada orang di sekitar dan bisa kesulitan membangun suatu hubungan atau lingkungan yang positif. Berikut adalah contoh perilakunya.

    Membuat Standar yang Tidak Realistis

    Sudah disebutkan sebelumnya, standar yang kamu ciptakan untuk diri sendiri biasanya lebih sulit dan tidak realistis, makanya banyak orang yang cenderung berusaha menjadi perfeksionis. Mengapa hal ini tergolong toxic? Karena dengan standar yang tidak realistis ini kamu akan menuntut diri kamu untuk punya kekurangan seminimal mungkin dan harus terus perfect di mata orang lain.

    Sebagai seorang manusia, pastinya punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika kamu memaksa untuk mengikuti standar ini, lama kelamaan kamu akan merasa tertekan dan malah bisa merasa gagal untuk mencapainya sampai membuat kamu merasa sangat down. Kamu bisa berusaha dari sekarang untuk mengurangi tuntutan-tuntutan pada diri sendiri dalam memenuhi standar tersebut dan terus mengingatkan diri sendiri bahwa it’s ok to not be perfect!

    Menghukum Diri Sendiri Saat Melakukan Kesalahan

    Source: Pexels/Inzmam Khan

    Tanpa disadari, masih ada orang yang menghukum dirinya sendiri saat mereka membuat suatu kesalahan. Biasanya mereka akan berpikir bahwa hukuman adalah hal yang pantas diterima atas perbuatannya. Misalnya, jika kamu salah saat menjawab banyak pertanyaan saat ujian, lalu kamu menghukum dirimu dengan cara mengurung diri karena malu.

    Kamu harus sadar bahwa kehidupan merupakan proses panjang untuk belajar. Jadi, jika kamu melakukan kesalahan, kamu bisa mulai berusaha untuk menerima kesalahanmu dan kemudian belajar dari hal tersebut supaya jika di suatu saat nanti kamu mengalami hal yang serupa, kamu sudah tahu hal apa yang harus kamu lakukan untuk mengatasinya.

    Jika kamu tertarik self development, bisa baca 4 Manfaat Self Development dan Caranya Untuk Memperbaiki Kualitas Diri Kamu

    Sulit Mengakui Kesalahan dan Minta Maaf

    Kebanyakan orang mulai dari generasi muda sampai tua masih sulit untuk mengakui bahwa dirinya salah bahkan untuk meminta maaf. Memang, tiap manusia pasti memiliki egonya masing-masing yang bisa membuat dirinya secara subyektif merasa selalu benar dan enggan untuk minta maaf. Di kasus yang lebih parah, sampai orang tersebut malah menyalahkan orang lain atas kesalahan yang ia perbuat dan seakan-akan menjadi korban.

    Jika kamu sulit mengakui kesalahan, orang-orang disekitarmu akan menilai kamu adalah orang yang toxic. Saat ada seseorang yang memberitahumu kalau perilakumu salah, kamu bisa bertanya alasannya mengapa, lalu jika memang alasannya masuk akal dan bukan karena sembarang menyalahkan, maka kamu harus mengakui bahwa kamu memang salah. Setelahnya kamu harus minta maaf atas perilakumu tersebut. Dengan begitu, ini bisa membantumu agar bisa menjadi lebih dewasa dan lebih mendengar kritik yang membangun dari orang lain.

    Merasa Rendah Diri atau Insecure

    Source: Pexels/Ron Lach

    Memang tidak mudah rasanya untuk menjadi orang yang percaya diri. Seringkali perasaan insecure selalu datang di saat-saat yang tidak bisa kamu duga. Biasanya perasaan ini muncul karena kamu membandingkan dirimu dengan orang lain. Tiap orang ada kecenderungan untuk melihat sisi positif yang dimiliki orang lain dan fokus melihat sisi negatif dalam diri sendiri.

    Kemudian kamu merasa bahwa nilai dirimu tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan orang-orang lain. Rasanya, semua pencapaian yang sudah kamu dapatkan selama ini dengan proses yang tidak mudah menjadi tidak punya arti. Padahal, sebenarnya kamu itu sudah hebat melalui proses yang ada dalam hidup loh! Yuk mulai apresiasi diri sendiri dari hal sekecil mungkin karena kamu itu berharga.

    Kamu bisa mulai menghilangkan rasa insecure dengan lebih mengapresiasi diri kamu, salah satunya melakukan self reward, bisa baca: 5 Rekomendasi Self Reward yang Hemat Untuk Mahasiswa

    Selalu Berbicara Hal-hal Negatif

    Perilaku berbicara negatif bisa dilakukan saat kamu membicarakan atau mengkritik orang lain, juga saat kamu berbicara pada dirimu sendiri. Dengan kamu melakukan kedua hal tersebut, bisa membuat tidak fokus pada perkembangan diri sendiri. Jika kamu ingin memberikan kritik pada orang lain, maka usahakan agar tidak terlalu sering dan hanya saat dibutuhkan saja dengan penyampaian yang sopan.

    Sebaliknya, jika kamu sering berbicara negatif pada dirimu sendiri, kamu harus sadar bahwa hal ini bisa menghambat dirimu untuk lebih berkembang dan tetap stuck di situ-situ saja atau bisa terus merasa insecure. Kamu harus sadar bahwa dengan berbicara hal-hal yang positif pada diri sendiri lebih banyak manfaatnya. Beberapa diantaranya yaitu membangun kepercayaan diri, memberi motivasi lebih, mengurangi stres, dan masih banyak yang lainnya.

    Yuk kita mulai lebih aware atas perilaku diri kita yang ternyata bersifat toxic. Dengan kamu menyadarinya, maka akan membantu untuk menciptakan hubungan dan lingkungan yang lebih sehat dan positif!

    Yuk Subscribe Danacita!

    Dapatkan beragam tutorial, insight dan tips menarik langsung melalui email kamu. Dengan melakukan subscribe berarti kamu telah membaca dan menyetujui seluruh kebijakan privasi Danacita.

    Subscribe Danacita!

    Also tagged with

    Default Avatar

    Written By

    Anugrah Putri