Daftar isi
Pendidikan merupakan salah satu investasi paling berharga dalam hidup seseorang. Namun, tidak sedikit masyarakat Indonesia yang masih menghadapi tantangan dalam membiayai pendidikan mereka. Di tengah kondisi ini, Danacita sebagai platform pembiayaan pendidikan, hadir untuk memberikan solusi bagi pelajar dan mahasiswa yang ingin melanjutkan studi tanpa terbebani masalah biaya.
Laporan ErudiFi 2025 mengungkap gambaran menarik tentang profil pengguna Danacita dan dampak sosial yang mereka rasakan setelah menerima pembiayaan. Data ini menunjukkan bagaimana Danacita berperan bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai penggerak perubahan sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat muda Indonesia.
Profil Demografis Pengguna Danacita
Mayoritas pengguna Danacita merupakan generasi muda yang sedang berjuang meningkatkan kompetensi diri. Berdasarkan data, rata-rata usia peminjam adalah 28 tahun terdiri dari 53% pria dan 47% wanita.
Dari sisi lingkungan keluarga, sekitar 58% pengguna tinggal dalam rumah tangga besar dengan empat anggota keluarga atau lebih. Kondisi ini menggambarkan bahwa sebagian besar peminjam berasal dari keluarga yang saling mendukung dalam hal pendidikan dan karier.
Jika melihat tujuan pendanaan, 46% pengguna menggunakan pinjaman untuk biaya kuliah universitas, sementara 39% lainnya mengambil pembiayaan untuk kursus singkat atau pelatihan keterampilan. Data ini menegaskan bahwa Danacita tidak hanya membantu mahasiswa, tetapi juga para pekerja muda yang ingin meningkatkan kemampuan profesional mereka.
Dari segi pekerjaan, 55% peminjam bekerja dengan kontrak formal, dan 23% masih melanjutkan studi. Sementara itu, 39% peminjam memiliki pendapatan rumah tangga sekitar Rp7–15 juta per bulan. Artinya, Danacita menjangkau segmen menengah yang berupaya meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan berkelanjutan.
Dampak Sosial dan Peningkatan Kualitas Hidup
Salah satu temuan paling menarik dari laporan ini adalah bahwa 90% peminjam Danacita merasakan peningkatan kualitas hidup setelah menerima pembiayaan. Mereka menyebut peningkatan keterampilan pribadi, pengetahuan, serta kemudahan pembayaran sebagai faktor utama perubahan tersebut.
Bahkan, 53% responden menyatakan bahwa perubahan yang mereka rasakan bersifat “sangat signifikan.” Seorang pengguna berusia 27 tahun menuturkan, “Sejak menggunakan cicilan dari Danacita, saya tidak khawatir lagi soal biaya kuliah dan bisa fokus belajar. Pengetahuan saya meningkat, terutama dalam manajemen.”
Hal ini menunjukkan bahwa Danacita membantu pengguna merasa lebih tenang secara finansial sehingga bisa fokus mengembangkan diri dan meraih prestasi.
Kepuasan Pengguna dan Pengalaman Positif
Kepuasan pelanggan menjadi aspek penting dalam keberhasilan Danacita. Berdasarkan survei, Net Promoter Score (NPS) Danacita mencapai angka 60 yang termasuk dalam kategori sangat puas. Mayoritas pengguna bahkan merekomendasikan layanan ini kepada orang lain.
Faktor utama yang mendorong kepuasan pengguna adalah biaya pinjaman yang terjangkau dan kemudahan proses pengajuan. Selain itu, 94% peminjam menyebut bahwa pelunasan cicilan bukanlah beban sehingga mereka dapat lebih fokus pada studi dan pengembangan karier.
Seorang pengguna lain menuturkan, “Angsuran Danacita sangat membantu, bunga rendah, dan situsnya mudah dipahami.” Umpan balik positif seperti ini menjadi bukti nyata bahwa pembiayaan pendidikan bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menakutkan.
Peningkatan Keterampilan dan Kepercayaan Diri
Dampak positif Danacita tidak berhenti pada aspek finansial saja. Survei menunjukkan bahwa 81% pengguna mengalami peningkatan prestasi akademik setelah menerima pembiayaan. Lebih dari separuh responden juga mengaku potensi penghasilan mereka meningkat berkat peningkatan keterampilan yang diperoleh selama studi.
Selain itu, 7 dari 10 pengguna merasa lebih percaya diri dengan kemampuan teknis dan soft skill yang mereka pelajari. Kepercayaan diri ini menjadi modal penting untuk bersaing di dunia kerja dan mengembangkan karier profesional.
Bahkan, beberapa pengguna melaporkan bahwa kemampuan manajemen dan pengetahuan terapan mereka di tempat kerja meningkat setelah mendapatkan dukungan dari Danacita. Hal ini membuktikan bahwa pembiayaan pendidikan memiliki dampak jangka panjang yang nyata terhadap kehidupan seseorang.
Akses Pembiayaan Pertama dan Minimnya Alternatif
Temuan menarik lainnya adalah 96% pengguna mengakses pembiayaan pendidikan untuk pertama kalinya melalui Danacita. Sementara itu, 97% responden mengaku tidak memiliki alternatif pembiayaan lain sebelum mengenal layanan ini.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa Danacita berhasil mengisi kesenjangan akses pembiayaan pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain, Danacita menjadi jembatan bagi mereka yang sebelumnya kesulitan mencari bantuan keuangan untuk melanjutkan pendidikan.
Meskipun sebagian besar pengguna berasal dari kalangan menengah, tingginya angka first-time borrower menandakan bahwa Danacita berperan penting dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata.
Persepsi Kemampuan Finansial Setelah Menggunakan Danacita
Selain membantu biaya pendidikan, Danacita juga berdampak positif pada pengelolaan keuangan pribadi pengguna. Data menunjukkan bahwa 81% peminjam merasa kemampuan mereka dalam mengatur keuangan meningkat setelah mendapatkan pinjaman.
Bahkan, 88% responden menyatakan pelunasan cicilan bukanlah masalah dan 45% lainnya mengaku terjadi peningkatan besar dalam kemampuan finansial mereka.
Tantangan dan Masukan dari Pengguna
Meski banyak hal positif, Danacita tetap menerima berbagai masukan untuk pengembangan layanan. Sekitar 24% pengguna sempat mengalami kendala teknis atau administrasi, seperti kesalahan pada aplikasi online (24%) dan verifikasi dokumen (17%).
Beberapa pengguna juga memberikan saran, seperti memperpanjang tenor pinjaman, memperbaiki buffering aplikasi, serta memperluas kerja sama dengan lembaga pendidikan lain. Selain itu, 16% pengguna berharap suku bunga bisa lebih rendah, sementara 9% mengusulkan peningkatan tampilan aplikasi agar lebih mudah digunakan.
Menanggapi hal tersebut, Danacita terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan layanan dan inovasi. Langkah-langkah penyempurnaan ini menjadi bukti bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada peningkatan kepuasan dan kesejahteraan penggunanya.