Daftar isi
Cara Menjadi Welder di Jepang: Syarat, Gaji, dan Dana Talangan Danacita
Profesi welder (juru las) menjadi salah satu pekerjaan yang banyak diminati oleh calon pekerja migran Indonesia di Jepang. Selain karena permintaan tenaga kerja yang masih tinggi, pekerjaan ini juga menawarkan gaji yang kompetitif, kesempatan meningkatkan keterampilan, hingga peluang berkarier di perusahaan manufaktur dan konstruksi berskala internasional.
Namun, menjadi welder di Jepang tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengelas. Anda juga perlu memenuhi berbagai persyaratan, memahami proses keberangkatan, hingga mempersiapkan biaya pendidikan dan pelatihan sebelum berangkat.
Lalu, bagaimana cara menjadi welder di Jepang? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Welder di Jepang?
Welder adalah tenaga kerja yang bertugas menyambung, memperbaiki, atau membentuk logam menggunakan teknik pengelasan. Di Jepang, profesi ini banyak dibutuhkan pada berbagai sektor industri, seperti:
- Industri konstruksi.
- Pembuatan kapal.
- Otomotif.
- Manufaktur mesin.
- Fabrikasi baja.
Seorang welder di Jepang dituntut bekerja dengan standar keselamatan dan kualitas yang tinggi. Karena itu, perusahaan biasanya mencari pekerja yang memiliki keterampilan teknis, disiplin, dan mampu mengikuti prosedur kerja dengan baik.
Syarat Menjadi Welder di Jepang
Setiap perusahaan atau lembaga penyalur memiliki persyaratan yang berbeda. Namun, secara umum berikut syarat yang biasanya harus dipenuhi.
- Berusia produktif
Umumnya peserta berusia sekitar 18–30 tahun, meskipun beberapa program masih menerima usia yang lebih tinggi sesuai kebutuhan perusahaan.
- Pendidikan minimal SMA/SMK
Lulusan SMA maupun SMK dapat mengikuti program kerja ke Jepang. Namun, lulusan jurusan teknik, terutama teknik pengelasan atau teknik mesin, biasanya memiliki nilai tambah.
- Sehat jasmani dan rohani
Calon pekerja wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan mampu bekerja di lingkungan industri.
- Memiliki kemampuan dasar mengelas
Beberapa program menerima peserta tanpa pengalaman, tetapi memiliki pengalaman atau sertifikasi pengelasan tentu menjadi keuntungan tersendiri.
- Menguasai bahasa Jepang
Sebelum berangkat, peserta biasanya akan mengikuti pelatihan bahasa Jepang hingga mencapai kemampuan komunikasi dasar yang dibutuhkan saat bekerja.
Tahapan Cara Menjadi Welder di Jepang
Berikut proses yang umumnya harus dilalui sebelum bekerja di Jepang.
- Mendaftar ke lembaga pelatihan atau penyalur resmi
Pastikan Anda memilih lembaga yang memiliki izin resmi agar proses keberangkatan lebih aman dan sesuai prosedur.
- Mengikuti proses seleksi
Seleksi biasanya meliputi:
- Tes administrasi.
- Tes kesehatan.
- Tes fisik.
- Wawancara.
- Tes keterampilan dasar.
- Mengikuti pelatihan
Peserta akan mendapatkan pelatihan seperti:
- Bahasa Jepang.
- Budaya kerja Jepang.
- Keselamatan kerja.
- Teknik pengelasan sesuai standar industri Jepang.
- Interview dengan perusahaan Jepang
Jika lolos pelatihan, peserta akan mengikuti wawancara dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga welder.
- Mengurus dokumen keberangkatan
Setelah diterima bekerja, peserta akan mengurus berbagai dokumen seperti paspor, visa kerja, hingga dokumen pendukung lainnya sebelum berangkat ke Jepang.
Berapa Gaji Welder di Jepang?
Besaran gaji welder di Jepang bergantung pada beberapa faktor, seperti:
- Prefektur tempat bekerja.
- Pengalaman kerja.
- Jam lembur.
- Perusahaan tempat bekerja.
Secara umum, gaji pokok welder di Jepang berkisar antara ¥180.000–¥250.000 atau sekitar Rp20,1 juta–Rp28 juta per bulan. Jumlah tersebut masih dapat bertambah dari uang lembur, tunjangan, dan fasilitas perusahaan.
Selain gaji, beberapa perusahaan juga memberikan fasilitas seperti:
- Tempat tinggal atau asrama.
- Asuransi kesehatan.
- Tunjangan transportasi.
- Cuti sesuai ketentuan.
- Pelatihan kerja.
Persiapan Sebelum Berangkat ke Jepang
Selain meningkatkan kemampuan mengelas, ada beberapa hal yang sebaiknya dipersiapkan sejak awal.
- Belajar bahasa Jepang secara rutin.
- Menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
- Melatih keterampilan pengelasan.
- Menyiapkan dokumen administrasi.
- Mempersiapkan biaya pelatihan dan keberangkatan.
Persiapan yang matang akan membantu proses seleksi hingga keberangkatan berjalan lebih lancar.
Biaya Persiapan Kerja ke Jepang
Sebelum mulai bekerja di Jepang, calon peserta biasanya perlu menyiapkan biaya untuk beberapa kebutuhan. Besarnya biaya dapat berbeda tergantung lembaga pelatihan, daerah, dan program yang diikuti.
| Kebutuhan | Estimasi Biaya | None |
| Biaya pendidikan atau pelatihan welder | Rp10.000.000 – Rp30.000.000 | None |
| Pelatihan bahasa Jepang | Rp5.000.000 – Rp15.000.000 | None |
| Medical check-up | Rp500.000 – Rp2.000.000 | None |
| Pembuatan paspor dan dokumen | Rp500.000 – Rp2.000.000 | None |
| Pengurusan visa dan administrasi keberangkatan | Rp2.000.000 – Rp5.000.000 | None |
| Tiket pesawat ke Jepang* | Rp5.000.000 – Rp10.000.000 | None |
| Kebutuhan pribadi sebelum berangkat | Rp1.000.000 – Rp3.000.000 | None |
Besarnya biaya dapat berbeda tergantung lembaga pelatihan dan program yang diikuti. Oleh karena itu, penting untuk memahami rincian biaya sejak awal agar proses persiapan berjalan lebih terencana.
Gunakan Dana Talangan Danacita untuk Persiapan Karier ke Jepang
Biaya pelatihan sering menjadi kendala bagi banyak calon pekerja yang ingin berkarier di Jepang. Padahal, menunda mengikuti program dapat membuat kesempatan kerja ikut tertunda.
Jika Anda membutuhkan bantuan pembiayaan untuk pendidikan atau pelatihan, Dana Talangan Danacita dapat menjadi salah satu solusi. Dengan proses pengajuan yang mudah dan pilihan pembayaran yang lebih fleksibel, Anda dapat lebih fokus mempersiapkan keterampilan tanpa harus terbebani biaya di awal.