Default Avatar

Written By

Esa Tauran

Contoh dan Cara Membuat Portfolio Digital Marketing

2023-03-30

contoh-dan-cara-membuat-portfolio

Daftar isi

    Kebutuhan akan talenta digital semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Tak heran jika banyak orang yang akhirnya berlomba-lomba untuk beralih ke karir digital, baik yang masih fresh graduate maupun yang sudah bertahun-tahun bekerja di bidang yang lain.

    Salah satu pekerjaan yang banyak diminati di bidang digital saat ini adalah digital marketing. Banyaknya orang yang memutuskan untuk berpindah karir ke digital marketing membuat persaingan juga semakin ketat.

    Oleh karena itu, kamu harus memiliki kemampuan menonjol dibanding yang lainnya agar para rekruter tertarik untuk mengenal kamu lebih jauh, bahkan menerima kamu bekerja sebagai digital marketer di perusahaan.

    Lalu, bagaimana agar kamu dapat lebih stand out di mata rekruter? Salah satu caranya adalah dengan memaksimalkan portfolio digital marketing kamu.

    Apa itu Portfolio Digital Marketing?

    Sederhananya, portfolio merupakan kumpulan dokumen seseorang, lembaga, kelompok, perusahaan, organisasi, dan sejenisnya yang memiliki tujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses dalam mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

    Dengan kata lain, portfolio digital marketing dapat diartikan sebagai dokumen yang berisi tentang berbagai informasi mengenai prestasi, hasil karya, kemampuan, pelatihan, dan pengalaman kerja yang pernah kamu jalani.

    Biasanya, portfolio ini akan kamu bagikan ketika kamu mendaftar suatu pekerjaan sebelum atau sesudah wawancara kerja yang dikirimkan dalam bentuk PDF atau pun berupa link online. Dari portfolio inilah para rekruter akan melihat sekilas tentang latar belakang dan pengalaman kerja kamu sebelum melanjutkan proses rekrutmen. Oleh karena itu, sangat penting untuk membuat portfolio digital marketing kamu sebaik mungkin.

    Kenapa Kamu Harus Membuat portfolio Digital Marketing?

    Jika melihat dari pengertian di atas, memiliki portfolio sangat penting, terutama untuk kamu yang berkarir di digital marketing. Memiliki portfolio digital marketing pastinya akan mendatangkan banyak sekali manfaat, salah satunya dalam hal karir dan juga pekerjaan. Berikut beberapa manfaat yang akan kamu dapatkan lewat portfolio digital marketing

    1. Meningkatkan Kredibilitas dan Profesionalitas

    Salah satu manfaat yang akan kamu rasakan saat memiliki portfolio digital marketing sendiri adalah meningkatnya level kredibilitas dan profesionalitas kamu. Hal ini karena portfolio bisa menjadi bukti nyata dari semua yang kamu ucapkan pada klien, rekan kerja, kolega atau calon atasan terkait pengalaman kamu mengerjakan sebuah proyek

    Keahlian dan pengalaman kamu yang ada dalam portfolio akan terangkum dan akan memudahkan mereka menemukan posisi yang tepat untuk diisi oleh keahlianmu.

    2. Sebagai Cerita Singkat Tentang Skill dan Pengalaman Kamu

    Sesuai dengan pengertiannya, portfolio merupakan dokumen yang berisi kumpulan dari hasil kerja kamu. portfolio digital marketing ini akan menampilkan perkembangan karir kamu dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, kamu harus selalu melakukan pembaharuan pada portfolio kamu. Dengan begini, pihak klien atau calon atasan kamu akan lebih mudah untuk menilai perkembangan kinerja.

    3. Meningkatkan Kesempatan Memperoleh Lebih Banyak Klien

    Umumnya, rekruter dari sebuah perusahaan atau calon klien cenderung tidak ingin repot memikirkan sendiri berapa lama waktu produksi atau berapa biaya yang harus disisihkan. Dengan melihat portfolio digital marketing kamu, maka akan memudahkan mereka mengidentifikasi sekilas tentang jasa atau produk yang ditawarkan dan dapat meningkatkan kesempatan kamu untuk dipilih oleh rekruter maupun calon klien.

    4. Menjadi Pembeda dengan Pesaing

    Setiap orang tentu memiliki pengalaman dan kemampuan digital marketing yang berbeda. Dari sinilah kamu bisa membuat portfolio digital marketing yang membedakanmu dengan pesaing lainnya. Apalagi saat ini pembuatan contoh portfolio secara online dan mudah sudah banyak dilakukan. portfolio online ini dinilai cukup efektif untuk kamu yang sedang aktif maupun pasif dalam mencari pekerjaan.

    Perbedaan portfolio dan CV

    Meski sama-sama dibutuhkan saat melamar kerja, akan tetapi portfolio dan CV memiliki perbedaan masing-masing. Hal pertama yang membedakan antara CV dan portfolio adalah konten yang perlu disajikan pada masing-masing dokumen.

    Biasanya yang kamu cantumkan pada CV adalah informasi umum mengenai diri kamu, seperti nama lengkap, kontak handphone dan email, latar belakang pendidikan, serta pengalaman kerja secara umum.

    Sedangkan portfolio berisi bukti dari kinerja kamu selama bekerja. Contohnya adalah portfolio digital marketing, di mana isi dari berkas portfolio kamu mengandung bukti-bukti aktivitas atau strategi digital marketing yang pernah kamu jalankan.

    Selain itu, dari sisi layout dan visual keduanya juga memiliki perbedaan. Layout CV biasanya berisikan hanya satu atau dua lembar yang umumnya menggunakan kertas A4 dengan teks yang disusun rapi dari atas ke bawah.

    Sementara portfolio tidak memiliki standar layout yang wajib untuk diikuti. Kamu berhak menunjukkan kreativitasmu dalam menyusun dokumen satu ini. Jumlah halamannya pun tidak terbatas pada satu atau dua lembar saja. Kamu bisa membuat portfolio yang berisikan hingga 10 atau 15 halaman, sesuai dengan pengalaman kerja dan kemampuan yang ingin kamu tampilkan.

    Cara Membuat portfolio Digital Marketing

    Setelah mengetahui secara jelas tentang apa itu portfolio dan manfaatnya untuk karir kamu, kini saatnya kamu membangun portfolio digital marketing kamu sendiri. Berikut beberapa informasi penting yang harus ada dalam portfolio digital marketing kamu:

    1. Pengenalan Diri

    Informasi pertama yang harus kamu tampilkan pada portfolio adalah pengenalan diri kamu. Tak hanya sekedar nama saja, tapi pada bagian ini kamu bisa menceritakan tentang minat dan passion kamu. Bahkan pada bagian ini kamu juga dapat menyampaikan sedikit pernyataan mengapa pekerjaan ini bermakna untukmu.

    2. Pendidikan dan Pelatihan yang Pernah Diikuti

    Setelah memperkenalkan diri, kamu dapat menunjukkan pendidikan formal terakhir yang kamu tempuh. Kamu juga bisa memasukan berbagai pendidikan non-formal atau pelatihan yang kamu miliki dan berkaitan dengan digital marketing. Agar lebih menarik, kamu bisa memasukan informasi seputar nilai IPK atau nilai akhir dari pelatihan yang kamu dapatkan.

    3. Kemampuan yang kamu Miliki

    Selanjutkan adalah memberikan informasi mengenali berbagai kemampuan yang kamu miliki untuk menunjang pekerjaan kamu di bidang digital marketing. Di bagian ini kamu tidak hanya berfokus pada skill kamu, tetapi juga berkaitan dengan penggunaan tools digital marketing yang kamu kuasai.

    4. Pengalaman Kerja

    Bagian ini merupakan salah satu bagian terpenting yang ada di portfolio. Bagian inilah yang akan menunjukkan kemampuan kamu yang dapat dinilai oleh rekruter. Kamu tidak harus menampilkan keseluruhan pekerjaan yang sudah kamu kerjakan.

    Namun, kamu dapat memilih hasil karya yang terbaik yang dapat mewakili pada masing-masing bidang digital marketing dengan cara menampilkannya secara visual. Jangan lupa untuk menceritakan tentang proses pembuatan di balik setiap proyek yang kamu kerjakan

    5. Prestasi dan Penghargaan

    Untuk mendukung kemampuan dan pengalaman kerja kamu, kamu juga dapat mencantumkan sertifikat-sertifikat pelatihan yang telah kamu dapatkan. Misalnya adalah sertifikat digital marketing bootcamp, social media marketing, dan lain-lainnya.

    6. Kontak yang Bisa Dihubungi

    Tujuan akhir dari menyiapkan portfolio adalah agar dapat menarik rekruter untuk menghubungi kamu dan memberikan peluang kerja. Jadi, kamu harus memudahkan perekrut dalam memperoleh kontak informasi profesional kamu. Tampilkan kontak nomor aktif yang bisa dihubungi. Selain itu, kamu juga bisa mencantumkan email, hingga media sosial kamu.

    Membangun portfolio Digital Marketing dengan Ikut Bootcamp

    Mempersiapkan portfolio digital marketing memang sangat penting. Oleh karena itu kamu perlu mempersiapkannya dengan matang agar menarik perhatian rekruter. Agar portfolio kamu lebih menarik dan stand out, kamu bisa mengikuti bootcamp digital marketing.

    Lewat bootcamp digital marketing, kamu tidak hanya diajarkan berbagai kemampuan digital marketing, tetapi juga akan dibantu dalam persiapan karir kamu, salah satunya menyiapkan portfolio.

    Berikut rekomendasi bootcamp digital marketing yang akan membantu kamu menyiapkan portfolio digital marketing:

    1. Binar Academy

    Bootcamp digital marketing Binar Academy merupakan tempat belajar digital marketing dari 0 hingga menjadi digital marketer ahli lewat materi yang gampang dipahami. Kamu akan mendapatkan berbagai peran dan skill yang diperlukan untuk menjadi seorang digital marketer. Selain itu, kamu juga akan mendapatkan berbagai hal yang perlu dipersiapkan sebelum terjun ke dunia digital marketing.

    Informasi selengkapnya, klik di sini.

    2. Dibimbing

    Bootcamp digital marketing Dibimbing merupakan wadah pelatihan intensif yang berdurasi selama 5,5 bulan di mana kamu akan mempelajari berbagai materi dan praktik yang terupdate sesuai kebutuhan industri saat ini. Mulai dari social media, copywriting, content editing, SEO, CRM, digital ads, dan masih banyak lagi.

    Di akhir program, kamu akan mengimplementasikan ilmunya secara langsung dengan bekerja sama dengan berbagai UMKM di Indonesia untuk menghasilkan portfolio dengan result yang nyata dan ber-value tinggi.

    Informasi selengkapnya, klik di sini.

    3. Harisenin.com

    Bootcamp digital marketing Harisenin.com merupakan bootcamp yang menyiapkan kamu untuk menjadi Digital Marketer profesional dalam 24 minggu dengan berbagai materi yang menarik. Di bootcamp ini kamu akan mendapatkan berbagai skill komplit untuk menjadi Digital Marketer impian perusahaan, dimana kamu akan mendapatkannya dari top mentor yang sudah berpengalaman bertahun-tahun di bidangnya.

    Informasi selengkapnya, klik di sini.

    Belajar Digital Marketing dengan Danacita

    Itu dia penjelasan seputar portfolio digital marketing mulai dari pengertian, cara membuat, hingga rekomendasi bootcamp yang bisa kamu ikuti. Tertarik untuk mengikuti salah satu bootcamp di atas? Tak perlu ragu lagi karena Danacita sudah bekerjasama dengan ketiga lembaga tersebut dalam pembiayaan pendidikan.

    Danacita adalah sebuah platform pembiayaan pendidikan terjangkau yang memiliki misi untuk membuka akses pendidikan kepada para pelajar di seluruh Indonesia. Danacita siap membantu kamu dengan program cicilan yang terjangkau dan persyaratan yang sangat mudah.

    Kamu tidak perlu khawatir privasi kamu akan terganggu, sebab Danacita sudah berizin dan diawasi oleh OJK, serta telah tersertifikasi ISO 27001 untuk keamanan data transaksi kamu.

    Dengan mengajukan pembiayaan ke Danacita, maka biaya kursus atau bootcamp kamu akan jauh lebih ringan karena bisa dicicil mulai dari 6 hingga 24 bulan.

    banner-gif-CTA-Only

    Yuk, klik banner ini untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembiayaan kursusmu bersama Danacita

    Yuk Subscribe Danacita!

    Dapatkan beragam tutorial, insight dan tips menarik langsung melalui email kamu. Dengan melakukan subscribe berarti kamu telah membaca dan menyetujui seluruh kebijakan privasi Danacita.

    Subscribe Danacita!