Default Avatar

Written By

Anugrah Putri

UX Writer: Apa Itu, Tugasnya, dan Berapa Gajinya

2022-11-04

ux-writer

Daftar isi

    Website merupakan salah satu kebutuhan yang menjadi prioritas untuk perusahaan dalam mengembangkan usahanya. Seiring dengan berjalannya waktu, manfaat website bagi perusahaan tidak hanya digunakan sebagai media informasi saja, namun juga sebagai media untuk mendekatkan perusahaan dengan customer. Bagi startup, website digunakan sebagai media aplikasi, promosi, dan kegiatan lain yang bisa dilakukan.

    Saat membuat website, perusahaan juga harus memikirkan agar website yang dibuat lebih menarik. Karenanya, peran User Experience (UX) sangat penting. Sebetulnya, apa itu UX Writer? Apa saja tugas dan skill yang wajib dimiliki? Mengapa peran mereka banyak dibutuhkan saat ini? Semua pertanyaanmu akan terjawab di artikel berikut, yuk simak!

    Apa itu UX Writer?

    User Experience Writer atau yang lebih dikenal sebagai UX Writer adalah sebuah profesi yang menuliskan copy untuk website, aplikasi, ataupun produk digital. Copy atau tulisan tersebut dibutuhkan oleh pengguna saat menavigasi suatu produk. Seorang UX Writer bertugas mencari kata-kata untuk menu, definisi, tombol, label, chatbots, dan error messages ataupun sebuah instruksi untuk memandu pengguna saat pertama kali menggunakan suatu produk digital.

    Dengan tujuan memudahkan pengguna, UX Writer harus membuat kata-kata yang tepat untuk produk digital atau aplikasi. Seorang UX Writer menciptakan copy yang efektif untuk pengguna sesuai dengan brand voice produk dan bisa menjangkau semua kalangan, termasuk usia, identitas gender, dan latar belakang yang berbeda.

    Dalam bekerja, UX writer menulis UX copy atau microcopy. Karena fungsinya untuk membantu pengguna berinteraksi dengan produk, seorang UX writer harus dapat menulis dengan bahasa yang mudah dipahami. Hasil UX writing dapat Anda temukan di semua bagian dari aplikasi, mulai dari menu, button, rror message, panduan pengguna dan lain-lain.

    Tugas Dan Fungsi UX Writer

    Kalau membaca pengertian dari profesi ini sepertinya pekerjaan mereka mudah, ya? Jangan salah, ada tanggung jawab besar yang dimiliki seseorang dengan profesi ini. Seorang UX Writer harus bisa membuat pelanggan merasa nyaman saat membaca tulisan mereka. Malah, sebisa mungkin pelanggan dibuat “tidak sadar” bahwa mereka sedang membaca. Seolah-olah tulisan-tulisan tersebut menyatu dengan produk.

    Sebagai orang yang menggeluti profesi ini, kamu memiliki kewajiban untuk membuat tulisan yang mudah dibaca dan dipahami oleh pelanggan. Sebisa mungkin tulisan yang dibuat adalah tulisan yang sangat ringkas dan bisa dipahami oleh lansia sekalipun. Untuk bisa menggeluti profesi seperti mereka, kamu perlu melakukan tiga tugas utama UX Writer ini:

    1. Melakukan Riset

    Riset adalah bagian terpenting dalam proses pengembangan produk. Tanpa riset yang mumpuni, produk yang dihasilkan tak akan relevan dengan pelanggan dan sulit digunakan. Produk yang seperti itu tentunya membuat pengguna cenderung beralih ke aplikasi lain yang lebih baik.

    Bagi seorang UX writer, riset merupakan tahapan pertama yang harus dijalankan sebelum mulai menulis. Mereka harus memahami alur pengerjaan, mencari tahu apa yang diinginkan user, serta mengerti tujuan bisnis yang ingin dicapai. Karena itulah, seorang UX writer harus dapat berempati agar copy yang disampaikannya bisa benar-benar membantu user dan menjadi solusi dari permasalahan mereka.

    2. Menulis

    Sesuai namanya, tugas utama UX writer adalah menulis copy untuk aplikasi atau website. Profesi yang satu ini tak mungkin dilepaskan dari kegiatan menulis, senjata utama seorang UX writer adalah kata-kata. Dalam UX writing, ada konsep yang dikenal dengan 5C, yakni: Clear, concise, constructive, conversational, consistent. UX writer harus memastikan tulisannya sesuai 5C agar nyaman dibaca oleh pengguna.

    3. Berkolaborasi dengan Tim

    Seorang UX writer tidak bekerja sendirian, ia harus berkolaborasi dengan UI/UX designer dan keseluruhan tim produk. Tak jarang UX writer harus berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan tim lain untuk keperluan riset atau mempresentasikan idenya. Karena itulah, seorang UX writer dituntut memiliki kemampuan komunikasi yang baik. sehingga, ide-ide yang dimilikinya bisa dipahami oleh semua orang, bahkan yang tidak memiliki pengetahuan secara konsep dan teknis tentang produk tersebut.

    Keuntungan Menjadi UX Writer

    Salah satu keuntungan menjadi UX Writer adalah memiliki prospek kerja menjanjikan. Dengan pesatnya perkembangan era digital kini, UX writer tentu akan semakin mendapatkan tempat pada dunia kerja. Banyak perusahaan, termasuk start-up, di masa industri 4.0 ini yang pastinya memiliki produk digital berupa aplikasi atau websites. Di situlah mereka membutuhkan UX writing dalam pengembangan produknya agar bisa terus memenuhi kebutuhan user.

    Perlu kalian ketahui juga, setidaknya selama 5 tahun tren mengenai pekerjaan UX writer juga terus mengalami peningkatan secara global, lho! Tentunya, keberadaan perkembangan digital yang kian pesat bakalan membuat profesi ini semakin dibutuhkan.

    Yang pasti, hidup di era serba digital sekarang jelas menuntut kita buat belajar berbagai skill baru, salah satu contohnya, ya, UX writing ini. Selama di dunia ini masih ada sistem atau produk digital seperti aplikasi dan websites, serta ada user di dalamnya, profesi ini tak akan ada habisnya.

    Gaji UX Writer

    Di luar negeri, peran UX writer sangat krusial sebagai salah satu penentu sebuah produk aplikasi web atau mobile diminati pengguna atau tidak. Sebab, copy yang ada di aplikasi akan menentukan kenyamanan bagi pengguna. Di Amerika sendiri, gaji UX writer $125.000 per tahunnya lho dengan berbagai benefit.

    Di Indonesia, karena posisi ini tergolong baru, apresiasi masih tergolong kecil. Untuk UX writer junior, kamu bisa mendapatkan gaji Rp3.500.000 – Rp7.000.000.

    Menjadi UX Writer Bersama Bootcamp Pilihan Terbaik

    1. Purwadhika

    Bootcamp UI/ UX Designer merupakan program training intensif untuk kamu ingin shifting ke dunia UX Writer tanpa background menulis sekalipun hanya dalam 12 minggu. Untuk kelas ini, kamu akan belajar mulai dari dasar-dasar UI/UX design hingga kamu dapat merancang sebuah website atau aplikasi yang berorientasi dan berfokus pada kebutuhan user. Setidaknya ada 3 modul utama yang akan kamu pelajari di kelas ini, yaitu:

    • UI/UX Fundamental
    • UX Research
    • UI/UX Design

    Informasi lengkapnya di sini.

    2. Dibimbing

    Kamu ingin berkarir sebagai UI/UX Designer? Dibimbing jadi pilihan yang tepat untuk kamu. Di bootcamp UI/UX design ini, kamu akan dibimbing untuk menguasai UI/UX design secara lengkap dengan kurikulum yang komprehensif selama 16 minggu.

    Materi pembelajaran yang akan kamu dapatkan antara lain, teori dasar, kaidah dan pentingnya UI/UX, prinsip-prinsip dasar UX research dan bagaimana melakukan melakukannya, membuat UI/UX design menggunakan figma hingga mengenal UX writing dan bagaimana melakukannya.

    Informasi lengkapnya di sini.

    3. Binar Academy

    Rekomendasi bootcamp UX Writer selanjutnya adalah Binar Academy. Bootcamp UX Writer Binar menyediakan metode yang tepat dan efektif serta mentor-mentor yang kompeten dan ahli dalam Digital Marketing, sehingga kamu tidak perlu ragu untuk mengikuti bootcamp Binar Academy.

    Informasi lengkapnya di sini.

    Jadi Ahli UX Writing Lebih Mudah bersama Danacita

    Itulah informasi lengkap seputar UX Writer mulai dari penjelasan hingga rekomendasi bootcamp UX Writer. Jika kamu tertarik untuk kursus di salah satu rekomendasi bootcamp UX Writer yang sudah dipaparkan sebelumnya tapi terkendala akan masalah biaya, tak perlu khawatir karena Danacita sudah bekerjasama dengan ketiga lembaga kursus tersebut dalam memberikan pembiayaan pendidikan.

    Danacita merupakan platform pembiayaan pendidikan terjangkau yang memiliki misi untuk membuka akses pendidikan kepada para pelajar di seluruh Indonesia yang sudah resmi berizin dan diawasi OJK. Proses pengajuannya juga cepat dan mudah secara online dengan maksimal 2 hari kerja dan kamu tidak perlu membayar DP, uang jaminan maupun biaya lainnya. Selain dengan ketiga lembaga di atas, Danacita juga sudah bekerjasama dengan lebih dari 130 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia, baik itu formal maupun non formal sehingga sudah pasti aman dan terpercaya.

    Dengan mengajukan pembiayaan pendidikan di Danacita, biaya pendidikanmu akan jauh lebih terjangkau karena bisa dibayar bertahap mulai dari 6 hingga 24 bulan. Jika kamu tertarik untuk mengajukan, bisa langsung klik di sini.

    Yuk Subscribe Danacita!

    Dapatkan beragam tutorial, insight dan tips menarik langsung melalui email kamu. Dengan melakukan subscribe berarti kamu telah membaca dan menyetujui seluruh kebijakan privasi Danacita.

    Subscribe Danacita!

    Also tagged with

    ux writer
    Default Avatar

    Written By

    Anugrah Putri